• Perakitan PC dan Identifikasi BIOS

    A. Perakitan PC 


    -          Agar Mahasiswa dapat mengidentifikasi komponen-komponen apa saja yang terdapat pada CPU
    -          Agar Mahasiswa dapat merakit PC dengan benar 

    B. Identifikasi BIOS 



                      -   Agar Mahasiswa dapat mengidentifikasi menu-menu yang terdapat pada BIOS 
        Alat dan Bahan :
        A. Perakitan PC
             Alat : Obeng + dan –Multimeter Analog
             Bahan :   Prosessor
                           Motherboard
                           RAM
                           Heatsink (Kipas Prosessor)
                          VGA Card
                          Power Supply
                         Modem Card 
       B. Identifikasi BIOS 
            Alat : CPU
                      Monitor
                     Keyboard 
    Laporan Hasil Praktikum
    A. Perakitan PC
    Motherboard adalah papan induk atau papan rangkaian utama pada komputer yang berisi rangkaian elektronik yang berfungsi sebagai pusat pengolahan. Pastikan motherboard pada tempat yang datar agar tidak tergores dan jalur komponennya tidak terputus

    Prosessor adalah komponen komputer yang paling utama yang berfungsi sebagai pengolah data didalam sistem komputer. Prosessor yang digunakan saat praktikum adalah Intel Core Duo dengan frekuensi 3.06 GHz. Pasang Prosesor dengan hati-hati dan pastikan sudah benar.

    Heatsink adalah kipas yang berfungsi mendinginkan prosessor karena suhu pada prosessor sangat panas. Cara pemasangannya yaitu dengan bergantian memutar sekrup pada setiap sudut heatsink. Tidak boleh langsung diselesaikan persekrup karena akan terjadi ketidakstabilan.




    RAM (Random Access Memory) adalah internal memori yang berfungsi untuk menyimpan data. Tipe RAM yang digunakan saat Praktikum adalah Samsung 2 GB 2RX8PC3. Pasang RAM pada Slot RAM yang tersedia pada motherboard. Pemasangannya harus mengikuti aturan. Contohnya harus dipasang pada slot RAM pertama agar tidak membuat RAM atau motherboard rusak.



    Setelah itu, pasang atau masukkan motherboard pada casing secara perlahan. Di contoh ini, kita menggunakan motherboard yang sudah dilengkapi dengan soundcard. Komponen yang sudah menjadi satu dengan motherboard disebut dengan komponen On-Board.



    Pasang VGA Card pada slot PCI yang ada pada motherboard. VGA (Video Graphics Adapter) adalah sebuah komponen yang berfungsi untuk menerjemahkan keluaran ke monitor. Untuk proses desain grafis atau bermain permainan video, diperlukan kartu grafis yang berdaya tinggi.
    Setelah itu, pasang Modem Card pada slot PCIe x 1 yang ada pada motherboard. Modem Card adalah komponen yang berfungsi sebagai perantara untuk menghubungkan komputer kita ke jaringan internet. Lalu bautlah Motherboard sesuai dengan posisi yang benar.
    Setelah selesai mengencangkan baut motherboard dengan casing CPU. Mulailah untuk memasangkan Power Supply. Powes Supply adalah sebuah perangkat komputer yang berfungsi untuk mengalirkan listrik ke setiap bagian komputer agar dapat berjalan. Pada praktikum ini, CPU yang kami rakit tidak memiliki Harddisk.

     Setelah semua selesai, terakhir tancapkan seluruh konektor yang ada sesuai pada tempatnya dengan benar. Kesalahan dalam pemasangan dapat berakibat fatal pada komputer. Tutup casing dan PC dapat dijalankan

    B. Identifikasi BIOS 
           
     Main Menu pada BIOS berisikan informasi mengenai versi BIOS yang digunakan, type dan kecepatan frekuensi memori (RAM), Model Number, Product Number serta Build ID. Terdapat submenu System Time yang berfungsi mengatur waktu, submenu System Date yang berfungsi untuk mengatur tanggal, submenu Language untuk menentukan bahasa yang digunakan system komputer dan BIOS sendiri juga menampilkan apakah Driver Disket ada atau tidak ada. Serta menampilkan Drive apa saja yang terhubung oleh Motherboard. Saat praktikum, kebetulan drive yang terhubung Cuma satu yaitu DVD RW. 


    Advanced Menu berisi informasi Type dan Kecepatan Prosessor. Contohnya pada saat identifikasi BIOS tertera jenis prosessor Intel(R) Core(TM) 2 Duo dengan kecepatan 3.066 GHz / 1066 MHz dan juga berisi kapasitas RAM serta dislot manakah VGA dipasang. Pada Menu ini juga berisi peringatan bahwa penyetelan pada menu ini yang salah akan menyebabkan sistem tidak berfungsi. Terdapat juga penyetelan pengaktifan dan penonaktifan SATA Controller, USB Ports, Onboard Lan, Onboard Lan Boot ROM dan Onboard Audio. Kita juga dapat melakukan penyetelan katasandi Sistem.




    Power Menu digunakan untuk mengatur kinerja perangkat-perangkat sehingga memungkinkan untuk menghemat energi Komputer. Pada menu ini terdapat sub-menu, antara lain :

    1.      After AC Power Failure
    Berfungsi untuk menentukan pilihan operasi jika daya menghilang
    2.      MD (Execute Disable) aktif atau tidak
    3.      Pilihan pengaktifan Virtualization Technology yang berfungsi membuat prosessor seakan-akan memiliki banyak prosessor
          4.      S5 Maximum Power Saving untuk mengatur penghemat daya. 5. WOC in S5 


    Boot Menu digunakan untuk mengatur proses pada saat komputer dinyalakan. Pada menu ini, kita dapat mengatur driver mana yang akan dibaca oleh komputer duluan yang memberikan informasi mengenai driver yang terhubung.


    Exit Menu terdiri dari beberapa submenu yaitu Exit saving changes yang berfungsi untuk keluar dari sistem dan mensave konfigurasi kita pada CMOS. Exit Discarding Changes untuk keluar dari sistem tanpa menyimpan setup data pada CMOS. Load Setup Defaults untuk merubah semua konfigurasi yang telah dilakukan menjadi semula atau sediakala. Discard Changes berfungsi untuk merubah atau membatalkan perubahan menu pada BIOS. Dan yang terakhir adalah Save Changes yang berfungsi untuk menyimpan konfigurasi pada CMOS.


    Kesimpulan
    A. Perakitan PC
    Dalam perakitan PC, kita harus berhati-hati dalam memasang komponen PC. Kesalahan pemasangan komponen dapat berakibat fatal seperti merusak hingga melelehkan motherboard. Oleh karena itu dalam perakitan PC kita harus benar-benar memahami dan merakit komponennya dengan penuh ketelitian.
     B. Identifikasi BIOS
    BIOS (Basic Input Output System) merupakan hal yang sangat membantu saat ingin melakukan troubleshooting seperti saat ingin melakukan penginstalan ulang OS maka harus diatur bootingnya terlebih dahulu di BIOS. Juga dapat membantu kita menemukan informasi komponen yang terhubung. Namun penyetelan pada BIOS juga harus dilakukan dengan benar agar tidak merusak sistem. 


  • 1 komentar:

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Ikuti

    ikuti

    sangmane

    Pages

    Blogroll

    About

    Blogger templates

    Blogger templates

    About